
Pada hari Kamis, 29 Januari 2026 bertempat di ruang guru SMP Negeri 57 Surabaya , komunitas belajar (kombel) Spenmaju kembali menyelenggarakan pertemuan kombel seri ke-7. Adapun tujuan diselenggarakan kegiatan ini antara lain: untuk meningkatkan kompetensi guru dalam sebuah pembelajaran baik secara digital maupun konvensional. Topik yang diangkat dalam kombel kali ini adalah “ Takara sebagai Inovasi Permainan edukatif dalam Menumbuhkan Pemahaman Nilai Etika Digital di Kalangan Peserta Didik ”. Narasumber oleh Bapak Yogga Mar Muhammad, S.Pd. dan keynote speaker disampaikan oleh Ibu hermin Purwanti, S.Pd. selaku Kepala SMPN 57. Ringkasan dari topik yang disampaikan dalam pertemuan kali ini adalah: (1) Metode Takara tidak hanya diimplementasikan dalam pembelajaran PKn saja tetapi juga semua mata pelajaran bisa mengimplementasikannya; (2) Takara memiliki Tapak Langkah Karakter Digital Anak. Munculnya metode ini dilatarbelakangi oleh kecanduan gawai ; adanya penurunan aspek penguatan karakter dan kualitas pembelajaran dalam rapor pendidikan ; aspek kognitif peserta didik meningkat namun aspek psikososial belum optimal.
Implementasi Takara dalam pembelajaran adalah sebagai berikuit:
Zona 1:
Kegiatan Pendahuluan : Pembagian Peran dan Kelompok
Kegiatan ini diawali dengan penjelasan isi permainan , ketentuan penggunaan Takara, dan membagi menjadi tim Tapak dan Kara. Setelah selesai, anak-anak melakukan Brain-gym dengan yel-yel bersama dan duduk secara melingkar.
Zona 2:
Pemantik Hati dan Jejak Rasa
Tahap ini sebagai Brain-Storming dengan penguatan Social Emotional Learning.
Menonton video tentang isu-isu terkini sesuai tema seperti phubbing dan diskusi reflektif bersama secara melingkar dengan bentuk kartu Reflektif Moji untuk menuju kegiatan inti nanti.
Zona 3:
Kegiatan Inti Zona Tantangan dan Tapak Empati
Tahap ini sebagai simulasi interaksi empatik dengan 5 zona tantangan.
Zona 4:
Aksi Bersama Permainan Takara
Tahap ini sebagai aksi bersama menemukan nilai
Setelah tim Tapak dan Kara menyelesaikan misi di Zona Tantangan , tahap selanjutnya masuk kegiatan Memahami etika Digital melalui Papan Takara yang dimodifikasi dari permainan Engklek. Tahap ini juga memperkuat aspek motorik/gerak anak.
Zona 5:
Kegiatan penutup dengan Refleksi Berbagi Cerita “Dari Aku untuk Kamu”
Tahap ini sebagai Refleksi Bersama dengan Berbagi Cerita
Setelah tim Tapak melakukan aksi di papan permainan Takara, perwakilan tim Kara yang bertindak sebagai pemerhati/ observer memberikan catatan refleksi empati ke teman yang berkaitan dengan jalannya kegiatan zona 1 – 4.
Kontribusi Takara dalam menumbuhkan cinta kasih antara lain: munculnya rasa empati dan kolaborasi, kebiasaan bertutur baik, kepedulian sosial, kebhinnekaan dan inklusivitas, serta interaksi antarteman.
Demikian resume dari kegiatan kombel Spenmaju. Perlu kami sampaikan pula bahwa kombel Spenmaju akan selalu konsisten dalm menyelenggarakan pertemuan sebulan sekali. Teknisnya, yang menjadi narasumber adalah teman sejawat secara bergiliran antar-MGMPS. Pelaksanaan pertemuan ini biasanya di akhir bulan itu. Tema pokok kombel, setiap MGMPS memilih salah satu dan mengaitkan pembahasan kombel dengan tema-tema nasional sesuai karakteristik mata pelajaran diantaranya:
- pembelajaran mendalam;
- 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH);
- penguatan literasi dan numerasi;
- Koding dan kecerdasarn artifisial;
- Pendidikan nilai (khusus guru BK);
- Kokurikuler (lintas mapel dan penguatan karakter);
- Inovasi pembelajaran;
- Digitalisasi penggunaan papan interaktif.
Setiap guru yang mewakili MGMPS menyampaikan praktik baiknya kepada seluruh guru yang ada di SMPN 57. Diharapkan pula kombel Spenmaju dapat mengikuti lomba kombel yang diadakan oleh Kemendikbud.
Penulis : Nurul Fariyah, M.Pd.
Editor & Publisher : Yogga Mar Muhammad, S.Pd.
Dipublikasikan : 2 Maret 2026
