
SURABAYA — SMP Negeri 57 Surabaya menggelar Komunitas Belajar (Kombel) Seri Bulan Juni pada Kamis, 25 Juni 2025, di Ruang Guru SMP Negeri 57 Surabaya. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut mengangkat tema ” Circular Economy dalam Ketahanan Pangan dan Budaya Sekolah Berkelanjutan untuk Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Hidup Peserta Didik.”
Kegiatan menghadirkan tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai pemateri, yakni Dwi Yuniarti Hadi, S.Pd., Siti Asiyah, S.Pd., dan Maharani Akbariandhini, S.Pd. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, praktik pembuatan eco enzyme, serta sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti oleh seluruh peserta dengan antusias.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa ekonomi sirkular merupakan konsep berkelanjutan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya secara efisien melalui pengurangan limbah serta pengolahan ulang material agar memiliki nilai guna yang lebih panjang. Konsep tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membangun budaya sekolah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Penerapan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan sampah, tetapi juga melalui pembiasaan peserta didik untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menanamkan karakter peduli lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk implementasi materi, peserta mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah kulit buah sebagai bahan utama. Bahan yang digunakan terdiri atas limbah kulit buah, gula buatan, dan air dengan komposisi tertentu. Seluruh bahan kemudian dicampurkan ke dalam wadah tertutup untuk difermentasikan selama kurang lebih tiga bulan hingga menghasilkan cairan eco enzyme.

Narasumber menjelaskan bahwa proses fermentasi berlangsung secara alami melalui aktivitas mikroorganisme yang menguraikan bahan organik. Hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik, cairan pembersih serbaguna, pengurang bau, hingga aktivator pengomposan. Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, pengolahan limbah kulit buah menjadi eco enzyme juga menjadi salah satu upaya mengurangi volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh diharapkandapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya melalui kegiatan nyata di sekolah maupun di rumah.
Pada sesi tanya jawab, peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan eco enzyme, perbandingan komposisi bahan, proses fermentasi, serta berbagai alternatif pemanfaatannya. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ruang berbagi pengalaman antarguru dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual berbasis isu lingkungan.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 57 Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan budaya belajar yang kolaboratif sekaligus mendukung terwujudnya sekolah berkelanjutan. Peningkatan kompetensi guru diharapkan berdampak pada lahirnya inovasi pembelajaran yang mampu membentuk peserta didik berkarakter peduli lingkungan dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Komunitas Belajar (Kombel) merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan SMP Negeri 57 Surabaya pada setiap akhir bulan. Pelaksana kegiatan bergantian sesuai mata pelajaran sebagai wadah berbagi praktik baik, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan budaya belajar kolaboratif di lingkungan sekolah.
Penulis : Nurul Fariya, M.Pd. | Web Publisher : Yogga Mar Muhammad, S.Pd.
